Selasa, 26 Juli 2016

Pengertian Data Kualitatif

Pengertian Data Kualitatif

Pengertian Data Kualitatif adalah data yang berupa tulisan mengenai tingkah laku manusia yang dapat diamati. Data kualitatif itu berbentuk uraian terperinci, kutipan langsung dan dokumentasi kasus. Data ini dikumpulkan sebagai suatu cerita responden, tanpa mencoba mencocokkan suatu gejala dengan kategori baku yang telah ditetapkan sebelumnya, sebagaimana jawaban pertanyaan dalam kuesioner.
 
Data Kualitatif adalah tangkapan atas perkataan subjek penelitian dalam bahasanya sendiri. Pengalaman orang diterangkan secara mendalam, menurut makna kehdupan, pengalaman dan interaksi sosial dari subjek penelitian sendiri. Dengan demikian, peneliti dapat memahami masyarakat menurut pengertian mereka sendiri. Hal ini berbeda dari penelitian kuantitatif yang membakukan pengalaman responden ke dalam kategori-kategori baku peneliti sendiri.
 
Data kualitatif bersifat mendalam dan perinci, sehingga data kualitatif bersifat panjang lebar. Akibatnya analisis data kualitatif bersifat spesifik, terutama untuk meringkas data dan menyatukannya dalam suatu alur analisis yang mudah dipahami pihak lain. Sifat data ini berbeda dari data kuantitatif yang relatif lebih sistematis terbakukan dan mudah disajikan dalam format ringkas.
 
Dalam data kualitatif, sumber data primer adalah responden dan informan.
Pengertian Responden adalah sumber data mengenai keragaman dalam gejala-gejala, berkaitan dengan perasaan, kebiasaan, sikap, motif dan persepsi.
Pengertian Informan adalah sumber data yang berhubungan dengan pihak ketiga dan data mengenai hal-hal yang melembaga atau gejala umum.
 
Data kualitatif disimpan dalam catatan harian. Catatan harian atau catatan lapangan merupakan instrumen utama yang melekat pada beragam teknik pengumpulan data kualitatif. Isi catatan fakta tidak boleh berupa penafsiran pribadi peneliti, akan tetapi fakta-fakta apa adanya dan telah teruji kesahihannya. Peneliti mencatat fakta selengkap dan serinci mungkin. Catatan haruslah berisi hal-hal konkret. Hal-hal yang bersifat abstrak hanya bisa dimasukkan ketika benar-benar dapat dipercaya atau diandalkan. Setiap fakta mewakili peristiwa penting yang akan dimasukkan ke dalam proposisi-proposisi yang nanti hendak disusun, atau sebagai konteks dari suatu kegiatan.
 
 
 
 

Sumber :

– Ariesto Hadi Sutopo dan Adrianus Arief, 2010. Terampil Mengolah Data Kualitatif Dengan NVIVO. Penerbit Kencana Prenada Media Group : Jakarta.

 

Pengertian Penelitian Kualitatif dan Tujuannya

Pengertian Penelitian Kualitatif dan Tujuannya

Pengertian Penelitian Kualitatif adalah suatu kegiatan terencana untuk menangkap praktik penafsiran responden dan informan terhadap dunia. Perlu disadari bahwa setiap manusia bertindak sejalan dengan tafsirannya terhadap benda, fenomena atau masalah yang dihadapinya. Fakta dan kenyataan yang ada belumlah dapat kita percaya, melainkan berguna hanya sejauh tafsir seseorang yang menggunakannya.

 
Pengertian Penelitian Kualitatif adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok.
 
Istilah Kualitatif menunjukkan penekanan terhadap proses-proses dan makna-makna yang tidak diuji atau diukur dari segi kuantitas, intensitas atau frekuensi. Dunia sekeliling kita merupakan hasil tafsir dari masing-masing orang. Tidak heran tafsir terhadap dunia selalu majemuk. Contohnya : Kehadiran pengemis bisa ditafsirkan sebagai kehadiran orang yang malas atau sebaliknya pihak lain menafsirkan adanya eksploitasi dari kaum kaya.
 
Penelitian kualitatif bersifat induktif, yang berarti bahwa peneliti membiarkan permasalahan-permasalahan muncul dari data atau dibiarkan terbuka untuk interprestasi. Data dihimpun dengan pengamatan yang saksama, mencakup deskripsi dalam konteks yang mendetail disertai catatan-catatan hasil wawancara yang mendalam, serta hasil analisis dokumen dan catatan-catatan.
 
Penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif yang bertolak dari pandangan positivisme. Menurut McMillan dan Schumacker, penelitian kualitataif berangkat dari filsafat konstruktivisme, yang memandang kenyataan itu berdimensi jamak, interaktif dan menuntut interprestasi berdasarkan pengalaman sosial.
 
Penelitian kualitatif memandang kenyataan sebagai konstruksi sosial, individu atau kelompok menarik atau memberi makna kepada suatu kenyataan dengan mengkonstruksinya. Orang membentuk konstruksi untuk mengerti kenyataan-kenyataan dan dia memahami konstruksi sebagai suatu sistem pandangan, persepsi atau kepercayaan. Persepsi seseorang adalah apa yang ia yakini sebagai “nyata” baginya, dan terhadap hak itulah tindakan, pemikiran dan perasaannya diarahkan.

| Tujuan Penelitian Kualitatif |

Selanjutnya akan dibahas mengenai tujuan penelitian kualitatif. Terdapat dua Tujuan Penelitian Kualitatif, yaitu :
(1) Tujuan penelitian kualitatif untuk menggambarkan dan mengungkap (to describe and explore).
(2) Tujuan penelitian kualitatif untuk menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain).
 
Kebanyakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan eksplanatori. Beberapa penelitian memberikan deskripsi mengenai situasi yang kompleks dan arah bagi penelitian selanjutnya. Penelitian lain memberikan eksplanasi atau kejelasan mengenai hubungan antara peristiwa dengan makna terutama menurut persepsi partisipasion.
 
Lancoln dan Guba melihat penelitian kualitatif sebagai penelitian yang bersifat naturalistis. Penelitian kualitataif bertolak dari paradigma naturalis, yang mengatakan bahwa kenyataan itu berdimensi jamak, peneliti dan yang diteliti bersifat interaktif, tidak bisa dipisahkan, satu kesatuan berbentuk secara simultan dan bertimbal balik, tidak mungkin memisahkan sebab dengan akibat dan penelitian kualitatif ini melibatkan nilai-nilai. Para peneliti mencoba memahami bagaimana individu mempersepsi makna dari dunia sekitarnya. Melalui pengalaman kita mengkonstruksi pandangan kita mengenai dunia sekitar dan hal ini menentukan bagaimana kita berbuat.
 
 
 

Sumber :

– Ariesto Hadi Sutopo dan Adrianus Arief, 2010. Terampil Mengolah Data Kualitatif Dengan NVIVO. Penerbit Kencana Prenada Media Group : Jakarta.

 

Macam Macam Data Penelitian

Macam Macam Data Penelitian

Macam macam data ada dua yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.
 
Pengertian Data Kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat dan gambar.
Pengertian Data Kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan (skoring : baik sekali = 4, baik = 3, kurang = 2 dan tidak baik = 1).
 
Data kualitatif dibagi menjadi dua, yaitu data nominal dan data kontinum.
Pengertian Data Nominal adalah data yang hanya dapat digolong-golongkan secara terpisah, secara diskrit atau kategori. Data ini diperoleh dari hasil menghitung, contohnya dalam suatu kelas setelah dihitung terdapat 50 mahasiswa, terdiri atas 30 pria dan 20 wanita. Dalam suatu kelompok terdapat 1000 orang suku jawa dan 500 orang suku sunda. Jadi data nominal merupakan data diskrit, bukan data kontinum.
 
Pengertian Data Kontinum adalah data yang bervariasi menurut tingkatan dan data ini diperoleh dari hasil pengukuran. Data kontinum dibagi menjadi data ordinal, data interval dan data ratio.
 
Pengertian Data Ordinal adalah data yang berbentuk rangking atau peringkat. Contohnya juara 1, 2, 3 dan seterusnya. Data ini dinyatakan dalam skala, maka jarak satu data dengan data yang lain tidak sama.
 
Pengertian Data Interval adalah data yang jaraknya sama tetapi tidak mempunyai nilai nol absolut atau mutlak. Contoh skala termometer, walaupun ada nilai 0 derajat celcius, tetapi tetap ada nilainya. Data-data yang diperoleh dari pengukutan dengan instrumen sikap dengan skala Linkert misalnya adalah berbentuk data interval. Data interval dapat dibuat menjadi data ordinal atau peringkat.
 
Pengertian Data Ratio adalah data yang jaraknya sama dan mempunyai nilai nol mutlak. Contohnya data mengenai berat, panjang dan volume. Berat 0 Kg berarti tidak ada bobotnya, panjang 0 m berarti tidak ada panjangnya. Data ini dapat dirubah ke dalam interval dan ordinal. Data ini juga dapat dijumlahkan atau dibuat perkalian secara aljabar. Contohnya 2m + 3m = 7m. Kalau dalam data interval penjumlahannya tidak seperti dalam data ratio. Contohnya air 1 gelas dengan suhu 20 derajat celcius + air 1 gelas dengan suhu 15 derajat celcius maka suhunya tidak menjadi 35 derajat celcius, akan tetapi sekitar 17,5 derajat celcius. Data ratio adalah data yang paling teliti.
 
 
 

Sumber :

– Sugiyono, 1999. Judul : Statistik Nonparametris Untuk Penelitian. Penerbit Alfabeta : Bandung.
Gambar Macam Macam Data Penelitian
Gambar Macam Macam Data Penelitian
 

 

Pengertian Penelitian dan Tujuan Penelitian

Pengertian Penelitian dan Tujuan Penelitian

Pengertian Penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris dan sistematis.
 
Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. (Bedakan cara yang tidak ilmiah, misalnya mencara data jatuhnya pesawat terbang melalui paranormal). Sistematis artinya proses yang digunakan dalam penelitian tersebut menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
 
Data yang diperoleh melalui penelitian itu mempunyai kriteria tertentu yaitu valid. Valid menunjukkan ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti. Untuk mendapatkan data yang valid dalam penelitian sering sulit dilakukan. Oleh karena itu, maka validitas hasil penelitian dapat diuji melalui rehabilitas dan obyektivitas data yang terkumpul.
 
Pada umumnya kalau data tersebut reliabel dan obyektif, maka hasil penelitiannya akan valid. Data yang valid pasti reliabel dan obyektif. Realibilitas menunjukkan derajad konsisten atau keajean data dalam interval waktu tertentu. Obyektifitas berkaitan dengan kesepakatan antara banyak orang. Jika ada beberapa kelompok peneliti memberikan data yang berbeda-beda maka data penelitian tersebut tidak obyektif, sehingga tidak valid.
 
Melalui penelitian, manusia dapat menggunakan hasilnya. Secara umum data yang telah diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. Memahami berarti memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi mengerti, memecahkan berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah, dan mengantisipasi berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi.

| Tujuan Penelitian |

Secara umum tujuan penelitian ada tiga macam yaitu bersifat penemuan, pembuktian dan pengembangan.
1. Penemuan
Tujuan penelitian yang pertama yaitu bersifat penemuan. Penemuan berarti bahwa data yang diperoleh dari penelitian tersebut merupakan data yang betul-betul baru, yang sebelumnya belum pernah diketahui.
2. Pembuktian
Tujuan penelitian yang kedua ialah pembuktian. Pembuktian berarti bahwa data yang diperoleh tersebut digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu.
3. Pengembangan
Tujuan penelitian yang terakhir adalah pengembangan. Pengembangan berarti bahwa untuk memperdalam dan mengembangkan pengetahuan yang telah ada.
 
 
 

Sumber :

– Sugiyono, 1999. Statistik Nonparametris Untuk Penelitian. Penerbit CV Alfabeta : Bandung.

 

Pengertian Penelitian

Pengertian Penelitian

 

Pengertian Penelitian Menurut Surachmad adalah kegiatan ilmiah mengumpulkan pengetahuan baru dari sumber-sumber primer, dengan penekanan tujuan pada penemuan prinsip-prinsip umum, serta memprediksi dengan melakukan peramalan generalisasi di luar sampel yang diselidiki.
Menurut Soetrisno Hadi, Pengertian Penelitian adalah usaha untuk menemukan, menguji dan mengembangkan kebenaran suatu pengetahuan, usaha manakah yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah.

Hill Way mengemukakan pendapatnya mengenai Pengertian Penelitian merupakan suatu metode studi yang bersifat hati-hati dan mendalam dari segala bentuk fakta yang dapat dipercaya atas masalah tertentu guna membuat pemecahan masalah tersebut.

Dari pengertian penelitian yang diungkapkan para pakar di atas, dapat disimpuLkan bahwa Pengertian Penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah untuk menemukan, menguji dan mengembangkan kebenaran suatu pengetahuan atau masalah guna mencari pemecahan terhadap masalah tersebut. Dengan demikian dalam penelitian terdapat lima unsur yang perlu diperhatikan, sebagai berikut :
a. Unsur ilmiah, adalah penggunaan ilmu pengetahuan dan langkah-langkah penelitian sebagai metode dari berpikir. Langkah-langkah penelitian yang dimaksud ialah mulai dari pernyataan masalah, pengumpulan data dan penyusunan hipotesis sampai dengan penarikan kesimpulan dan melaporkan hasilnya.
b. Unsur penemuan, berarti berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang mengisi kekosongan atau kekurangan.
c. Unsur pengembangan, berarti memperluas dan menganalisis lebih dalam apa yang telah ada. Dalam hal ini seseorang sudah pernah meneliti sesuatu objek tertentu, akan tetapi hasilnya belum memuaskan; sehingga hasil penelitian tersebut masih perlu dikembangkannya.
d. Unsur pengujian kebenaran, ini diartikan sebagai mengetes hal-hal yang masih diragukan kebenarannya
e. Unsur pemecahan masalah, dalam hal ini dimaksudkan untuk membuat pemecahan apabila dalam penelitian didapat berbagai masalah.

Menurut Hadari Nawawi, Pengertian Metode Penelitian adalah ilmu yang membincangkan metode-metode ilmiah dalam menggali kebenaran pengetahuan, sedangkan menurut Sutrisno Hadi, Pengertian Metode Penelitian ialah pelajaran yang memperbincangkan metode-metode ilmiah untuk suatu penelitian.


Sumber :

– Moh. Pabundu Tika, 2005. Metode Penelitian Geografi. Yang Menerbitkan PT Bumi Aksara : Jakarta.

 

Pengertian LAN (Local Area Network)

Pengertian LAN (Local Area Network)

 

Pengertian LAN  atau Local Area Network adalah suatu perangkat jaringan yang menghubungan komputer yang satu dengan komputer lainnya dengan menggunakan kabel dan router sebagai penyambungnya.
Contohnya komputer A dapat disambungkan dengan komputer B dengan menggunakan kabel LAN, namun jika ingin menghubungan Komputer A dengan Komputer B, C dan D maka diperlukan sebuah router (alat pengubung).
 
Pengertian Jaringan LAN adalah suatu media transmisi bersama serta rangkaian hardware dan software untuk menginterfacekan perangkat menjadi media serta mengatur akses menuju media tersebut dengan tepat. Topologi yang digunakan untuk LAN berupa cincin, bus, pohon dan bintang. Topologi bus dan pohon merupakan bagian kabel yang pasif tempat perangkat terhubung. Pentransmisian sebuah frame oleh suatu stasiun bisa di dengar oleh stasiun yang lain. Cincin LAN terdiri dari sebuah loop tertutup serta perulangan yang memungkinkan data beredar di seputar cincin. Repeater berfungsi sebagai titik penghubung perangkat. Transmisi umumnya berbentuk frame, sedangkan yang berupa bintang mencakup sebuah simpul pusat tempat stasiun terhubung.
 
Jaringan LAN merupakan jaringan milik pribadi yang biasanya digunakan di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilo meter. Jaringan LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik : (1) ukuran, (2) teknologi transmisi dan (3) Topologinya.
 
Jaringan LAN memiliki ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui keterbatasannya menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen jaringan.
 
Seperti halnya saluran pelanggan telepon yang dipakai di daerah pedesaan, jaringan LAN sering menggunakan teknologi transmisi kabel tunggal. Jaringan LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps dengan delay rendah (puluhan mikrosekon) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. Jaringan LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit per detik.
 
 
 

Sumber :

– Andrew S. Tanenbaum, 2000. Jaringan Komputer : Edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Prenhallindo : Jakarta.

 

Pengertian, Jenis dan Sejarah Virus Komputer

Pengertian, Jenis dan Sejarah Virus Komputer

Pengertian Virus Komputer menurut Sutarman adalah suatu program yang menempel dan menjadi bagian dari rutinitas program lainnya dengan keistimewaan dapat menggandakan dirinya.
 
Pengertian Virus Komputer secara umum, Virus adalah suatu jenis program yang memiliki kemampuan menduplikasikan diri di mana hasil duplikasinya berbeda dengan aslinya tergantung jenis virusnya dan membutuhkan tempat untuk memperbanyak diri
 
Awal ditemukannya istilah virus dalam dunia komputer ialah pada tahun 1949 berangkat dari seorang pakar di bidang komputer, John Von Neumann dengan teori self altering automata. Hal ini menjadi inspirasi bagi para programmer di Lab BELL (AT&T) pada tahun 1960 dengan mencoba membuat suatu jenis program permainan yang dapat memperbanyak dirinya dan menghancurkan semua program buatan lawannya. Program yang dapat bertahan dan juga menghancurkan semua program lain, maka akan dianggap sebagai pemenangnya. Permainan ini menjadi jenis game yang favorit di setiap laboratorium komputer. Akan tetapi, semakin lama program ini semakin berbahaya karena dapat menghapus program yang tidak saja terlibat dalam permainan tersebut, akan tetapi juga pada program lain yang berguna.
 
Istilah virus komputer kemudian dikenalkan oleh seorang peneliti Asisten Professor di Universitas Cincinati, Ohio (Amerika Serikat), Fred Cohen pada tahun 1984 dalam makalahnya Computer Viruses-Theory and Experiments yang kemudian disambut baik oleh peserta. Cohen menjelaskan virus komputer dan menggambarkan eksperimen yang dilakukannya untuk membuktikan eksistensi virus komputer dalam rangka menyusun disertasi untuk meraih gelar Ph.D.
 
Berdasarkan metode penyebaran virus komputer dan cara melakukan infeksi pada organisasi lain yang serupa dengan virus pada istilah kesehatan maka menjadi pembicaraan serius. Dalam waktu dekat kemudian bermunculan pemrograman lain yang membuat program sejenis dengan variasi dan cara penyerangan yang berbeda-beda.
 
Dalam Sejarahnya, awal mula kemunculan virus tidak bertujuan untuk merugikan orang lain. Namun, perkembangan selanjutnya virus dijadikan sebagai ajang untuk balas dendam terhadap sistem atau kelompok pengguna komputer tertentu, sekedar bercanda untuk mengganggu sistem orang lain, eksperimen untuk mengetahui apakah virus bekerja dengan baik atau tidak. Penggunaan virus yang semulanya hanya dijadikan permainan (game), malah digunakan untuk merugikan orang lain dengan merusak sistemnya.

| Jenis Jenis Virus Komputer |

Sejalan dengan perkembangan kemampuan orang menguasai suatu bidang bahasa pemrograman, maka semakin banyak jenis jenis virus komputer yang beredar di masyarakat. Beberapa jenis jenis virus komputer yang umum beredar pada saat ini.
 
1. Jenis Virus Makro
Jenis virus ini ditulis dengan bahasa pemrograman dari suatu aplikasi bukan dengan bahasa pemrograman dari suatu operating system. Jenis virus komputer ini dapat berjalan apabila aplikasi pembentuknya dapat berjalan dengan baik, jenis virus ini biasanya menempel pada file aplikasi berbasis dokumen, antara lain pengolah kata (ekstensi .doc pada Ms. Word), pengolah spreedsheet (ekstensi .xls pada Ms. Excel) dan lainnya. Contoh virus komputer ini :
– Varian W97M. Panther dengan panjang 1234 bytes, akan menginfeksi NORMAL.DOT dan menginfeksi dokumen apabila dibuka.
– WM.Twno.A, TW dengan panjang 41984 bytes, yang akan menginfeksi dokumen Ms. Word dengan menggunakan bahasa makro, biasanya berekstensi *.DOT dan *.DOC.
 
2. Jenis Virus Boot Sector
Jenis virus komputer ini yaitu berkemampuan menggandakan dirinya dan memindahkan atau menggantikan boot sector asli dengan booting virus. Pada saat terjadi booting, virus akan di-load ke memori dan selanjutnya virus komputer ini akan mempunyai kemampuan mengendalikan hardware standar (contoh : monitor, printer) dan dari memori ini pula virus akan menyebar ke seluruh drive yang ada dan yang terhubung ke komputer. Contoh virus komputer ini : Varian virus wyx, wyx.C(B), jenis virus yang menginfeksi boot record dan floopy dengan panjang 520 bytes; karakteristik : memory resident dan terenkripsi.
 
3. Jenis Virus Stealth Virus
Jenis virus komputer ini berkemampuan untuk mengendalikan instruksi-instruksi level DOS dan biasanya mereka tersembunyi sesuai namanya, baik secara penuh atupun sesuai ukurannya. Contoh virus komputer ini : Vmem(s) menginfeksi file file *.EXE, *.SYS dan *.COM panjang file 3275 bytes, menetap dimemori, ukurannya tersembunyi, dienkripsi.
 
4. Jenis Virus Polymorphic
Jenis virus komputer ini berkemampuan untuk mengecoh program dari antivirus, dalam hal ini berati bahwa virus tersebut selalu berusaha agar tidak dikenali oleh antivirus dengan cara selalu mengubah-ubah strukturnya setiap kali selesai menginfeksi file atau program lain. Contoh virus komputer ini : Nightfall yang menginfeksi file *.EXE dan *.COM, panjang file 1963 bytes, menetap di memori, ukuran dan virus tersebut tersembunyi, terenkripsi dan dapat berubah ubah strukturnya.
 
5. Jenis Virus File atau Program
Jenis virus komputer ini menginfeksi file-file yang dapat dieksekusi langsung dari sistem operasi, baik itu file *.EXE maupun *.COM. Biasanya juga hasil infeksi dari virus komputer ini dapat diketahui dengan berubahnya ukuran file yang diserangnya.
 
6. Jenis Virus Partition
Jenis virus komputer ini merupakan gabungan dari jeni virus boot sector dan jenis virus file. Artinya, pekerjaan yang dilakukan berakibat dua, yaitu dapat menginfeksi file-file *.EXE atau *.COM dan juga menginfeksi boot sector.
 
 
 

Sumber :

– Sutarman, 2009. Judul : Pengantar Teknologi Informasi. Penerbit Bumi Aksara : Jakarta.